KAMPANYE PUBLIC RELATIONS
A. Pengertian Kampanye
Kampanye Public Relations (PR campaign) dalam arti sempit
bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target
audience) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif
terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate
activities) agar tercipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat
melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dan jangka
waktu tertentu yang berkelanjutan.Dalam arti lebih umum atau luas, kampanye
public Relations tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengertian
dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui
proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai
publisitas dan citra yang positif.
Dalam peranan atau praktik lapangan Public Relations
sehari-hari bahwa kampanye tersebut akan berbeda pengertiannya dengan
propaganda. Melakukan kampanye (PR campaign) di sini lebih menitikberatkan
untuk membangun suatu saling pengertian dan pemahaman (soft selling) melalui
persuasi dari khalayak sasaran. Sedangkan propaganda, selain bertujuan untuk
mencari pengikut atau dukungan, juga untuk tujuan membangun suatu pengertian
dari khalayak sasaran, tetapi lebih menitikberatkan unsur “paksaan” (hard
selling) disamping melakukan persuasi. Keduanya sama aktivitasnya dalam
penyampaian pesan atau isu melalui proses berkomunikasi dengan menggunakan
media massa dan media non massa.
Istilah propaganda lebih dulu dikenal dalam kegiatan
komunikasi yang dirancanga untuk jangka panjang,misalnya dalam bidang kegiatan
keagamaan, politik, dan hingga militer melalui komunikasi satu arah, kursif dan
intimidasi melalui kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki pihak komunikator yang
selalu berkonotasi negatif. Sedangkan konsep kampanye yang lahir kemudian dan
melakukan kegiatan komunikasi secara terencana yang lebih moderat, terbuka,
toleran, dengan waktu terbatas atau jangka pendek, dan program jelas, persuasif
serta dapat diidentifikasi secara jelas nara sumbernya yang berkonotasi
positif.
Pengertian secara umum tentang istilah kampanye yang dikenal
sejak 1940-an adalah menampilkan suatu kegiatan yang bertitik tolak untuk
membujuk. Di bawah ini terdapat beberapa definisi para ahli sebagai berikut :
1.
Leslie B.Snyder (2002)
Kampanye
komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung
ditujukan kepada khalayak tertentu pada periode waktu yang telah ditetapkan
untuk mencapai tujuan tertentu.
2.
Pfau dan Parrot(1993)
Suatu kampanye
yang secara sadar, menunjang dan meningkatkan proses pelaksana yang terencana
pada periode tertentu bertujuan untuk mempengaruhi khalayak sasaran tertentu.
B.
Perbedaan kampanye dan propaganda
1.
Kampanye tidak dapat digunakan dalam bidang promosi
dan publikasi untuk tujuan bidang komersial, karena kegiatan bidang tersebut
sudah mempunyai spesialisasi tersendiri.
2.
Kegiatan propaganda diluar bidang ekonomi dan politik,
pada umumnya adalah suatu kampanye, misalnya kampanye penghijauan, kampanye
ASI, pelestarian lingkungan.
3.
Perbedaan dasar antara propaganda dan kampanye adalah
pada umumnya propaganda kegiatan bersifat kontinyu atau berkesinambungan.
Sedangkan kampanye bersifat temporer dan terbatas pada waktu dan tema tertentu.
4.
Kampanye masyarakat yang didefinisikan sebagai suatu
usaha yang terencana dan berjalan untuk memberikan informasi, mendidik dan
meyakinkan bagian dari kehidupan sosial masyarakat untuk tujuan pembangunan
khusus. Tujuan kampanye adalah membentuk suatu perubahan sosial, dan perubahan
ini bisa menyangkut keadaan sosal atau kondisi tingkat pendidikan masyarakat
tertentu.
C.
Jenis-jenis
Kampanye
Aktivitas kampanye berkaitan dengan apa tujuan dari kampanye
itu tersebut dilakukan,siapa target saasarannya dan dalam rangka kegiatan apa. Dalam
berbagai kegiatan tersebut terdapat beberapa jenis program kampanye yang
dilaksanakan secara prinsip merupakan kegiatan yang bertitik tolak untuk
memotovasi atau membujuk. Menurut Charles U.Larson
1.
Product-oriented Campaign
Kegiatan dalam
kampanye berorientasi kepada produk, dan biasanya dilakukan dalam kegiatan
komersial. sebagai contoh misalnya, Kampanye promosi peluncuran pemasaran suatu
produk baru, perubahan logo baru, dan kegiatan pemasaran lainnya.
2. Candidate-orieted
campaign
Kegiatan
kampanye yang berorientasi bagi calon kandidat untuk kepentingan kampanye
politik yang berupaya meraih dukungan sebanyak-banyaknya dari masyarakat.
3.
Ideological or cause-oriented campaign
Jenis kampanye
ini bertujuan dan bersifat khusus dan berdimensi pada perubahan social dan
bersifat nonkomersil. Contohnya : kampanye anti narkoba, anti pornografi, dan
lain sebagainya.
D.
Teknik
berkampanye
Partisipasi, yaitu teknik yang mengikutsertakan (partisipasi)
atau peran serta komunikasi atau audiensi yang memancing minat atau perhatian
yang sama ke dalam suatu bagian kampanye dengan tujuan untuk menumbuhkan saling
pengertian, menghargai, kerja sama dan toleransi.
1.
Asosiasi
Asosiasi,
menyajikan isi kampanye yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau objek yang
tengah ramai atau yang sedang dibicarakan agar dapat memancing perhatian
masyarakat.
2.
Teknik Integratif
Teknik ini
adalah bagaimana untuk menyatukan diri (komunikator) kepada khalayaknya secara
komunikatif dengan mengucapkan kata-kata : “ Kita, kami, anda sekalian atau
untuk anda,dan sebagainya, yang artinya mengandung makna bahwa yang disampaikan
pihak komunikator bukan kepentingan dirinya atau perusahaannya, atau bukan
untuk mengambil keuntungan sepihak, tetapi mengambil mamfaat secara bersama,
demi untuk kepentingan bersama”.
3.
Teknik Ganjaran
Teknik ganjaran
bermaksud untuk mempengaruhi komunikan dengan suatu ganjaran atau menyajikan
sesuatu dengan iming-iming hadiah, dan lain sebagainya dengan dua kemungkinan. Bisa
berupa benefit atau mamfaat, kegunaan dan bisa
berupa ancaman, kekhawatiran dan suatu yang menakutkan
4.
Teknik Penataan Patung ES
Hal ini
merupakan suatu upaya dalam menyampaikan pesan suatu kempanye sedemikian rupa
sehingga enak dilihat, didengar, dibaca, dirasakan dan sebagainya.
5.
Memperoleh empeti
Suatu teknik
berkampanye dalam menempatkan diri dalam posisi komunikan, ikut merasakan dan
peduli situasi atau kondisi pihak komunikan.
6.
teknik koersi atau paksaan
Dalam
komunikasi melakukan kampanye lebih menekankan suatu paksaan yang dapat
menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran bagi pihak komunikan yang tidak mau
tunduk melalui suatu ancaman tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar